Wafatnya Zhu Rongji, Sang Mantan PM Tiongkok yang Tegas
Wafatnya Zhu Rongji menutup misteri keberadaan sang mantan PM Tiongkok selama 23 tahun. Ia dikenal gigih membasmi korupsi dengan ancaman 100 peti mati.
Kategori
12 artikel
Wafatnya Zhu Rongji menutup misteri keberadaan sang mantan PM Tiongkok selama 23 tahun. Ia dikenal gigih membasmi korupsi dengan ancaman 100 peti mati.
Kisah tentang filosofi kesederhanaan busana yang bertemu dengan euforia ulang tahun ke-50 seorang profesional Silicon Valley di Malang, menghadirkan narasi tentang jaringan diaspora dan kepedulian sosial lintas negara.
Menelusuri jejak perjuangan Muhammad Sholeh, pengacara ulung yang gigih memperjuangkan sistem suara terbanyak di Mahkamah Konstitusi, namun justru tertatih saat masuk ke kancah politik praktis.
Dua dekade terakhir membawa perubahan signifikan dalam dunia transplantasi hati, mulai dari penggunaan robot hingga teknik laparoskopi minim luka. Namun, di balik kemajuan teknologi bedah, tantangan pascaoperasi dan keterbatasan obat tetap menjadi PR besar.
Polemik rasa makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tak sekadar soal selera, melainkan menguak potensi korupsi biaya produksi hingga praktik pemerasan di tingkat dapur yang merugikan negara setara 74 kg emas.
Sebuah diskusi eksklusif menghadirkan perspektif tajam mengenai dilema klasika pelaku usaha: antara terbebas dari belenggu utang atau memanfaatkannya sebagai modal pertumbuhan.
Perjalanan empat dekade Klinik Ferina di bawah dr. Aucky Hinting tidak sekadar tentang rekam medis, melainkan kumpulan kisah perjuangan, mulai dari selebritas hingga pasangan yang menghadapi dilema agama dan keterbatasan fisik.
Workshop mengenai penyusunan 'Family Constitution' mengungkap betawa kompleks dan menyakitkannya proses regenerasi bisnis keluarga. Dari simulasi peran konglomerat hingga studi kasus nyata, ditegaskan bahwa meritokrasi dan perencanaan suksesi dini adalah kunci keberlanjutan usaha lintas generasi.
CONCACAF resmi menolak proposal restrukturisasi komersial FIFA bertajuk 'FIFA Forward Enterprise' dan memilih sejalan dengan UEFA. Gianni Infantino kini menghadapi tekanan dari dua kubu sepakbola besar dunia sekaligus.