Sebuah momen yang mestinya jadi kenangan manis di hari kelulusan justru berubah jadi tontonan viral di media sosial. Seorang wisudawati Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya terekam kamera terjatuh dari panggung saat berusaha meminta rektor untuk memotret dirinya. Video singkat itu menyebar cepat setelah dipotong dari siaran langsung wisuda kampus.
Pihak UINSA pun akhirnya angkat bicara soal kejadian yang terjadi di luar skenario acara ini.
Kejadian di Tengah Prosesi Wisuda
Insiden itu terjadi saat berlangsungnya Wisuda ke-115 Sesi III pada Minggu, 26 Juli 2026. Ketika itu, kamera yang menyiarkan acara secara langsung menangkap momen seorang wisudawati kehilangan keseimbangan dan jatuh dari panggung. Rekaman itu kemudian dipotong dan beredar luas di berbagai platform media sosial tak lama setelah siaran berakhir.
Tiga hari berselang, tepatnya Rabu (29/7/2026), Nur Hayati dari bagian Kerjasama, Kelembagaan, dan Humas UINSA memberikan konfirmasi kepada detikJatim. Ia membenarkan bahwa ada wisudawati yang terjatuh saat berusaha meminta rektor mengabadikan momen bersamanya di atas panggung.
"Sebagaimana yang terekam di streaming, kejadiannya memang mendadak di luar kendali kami di tim pelaksana wisuda," ujar Nur.
Kampus mengonfirmasi identitas wisudawati yang jatuh tersebut sebagai Ema Syarifatul Hidayati, lulusan Fakultas Syariah dan Hukum dengan gelar sarjana hukum. Saat terjatuh, tubuhnya sempat menimpa sejumlah perlengkapan di bawah panggung, termasuk monitor dan properti acara lainnya.
Kampus Janji Evaluasi
Menanggapi kejadian yang terlanjur viral itu, UINSA menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosesi wisuda. Langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Nur menjelaskan bahwa sebenarnya pihak kampus sudah kerap mengingatkan para wisudawan untuk tidak melakukan selebrasi berlebihan saat prosesi berlangsung. Imbauan ini, kata dia, rutin disampaikan setiap kali geladi bersih digelar menjelang hari-H.
"Tentunya akan kami evaluasi lebih lanjut. Meskipun sebenarnya kami juga sudah kerapkali mengimbau para wisudawan ketika geladi bersih supaya tidak melakukan selebrasi yang berlebihan saat prosesi wisuda. Untuk menghindari berbagai kemungkinan yang tidak diinginkan," jelas Nur.
Pelajaran dari Momen yang Terlanjur Viral
Kejadian ini menarik perhatian publik bukan semata karena aksinya yang tak terduga, melainkan karena terjadi dalam momen formal yang disaksikan banyak orang lewat siaran langsung. Insiden ini juga menjadi pengingat bahwa euforia di momen-momen penting seperti wisuda, sekalipun diniatkan untuk sekadar mengabadikan momen bersama pimpinan kampus, tetap membutuhkan kehati-hatian.
Respons cepat UINSA untuk mengevaluasi prosesi wisuda diharapkan bisa menjadi langkah nyata agar pelaksanaan wisuda berikutnya berjalan lebih aman dan tertib, terutama pada segmen-segmen yang melibatkan interaksi langsung antara wisudawan dan pimpinan kampus di atas panggung.



