Babak baru dimulai untuk Osmar Loss. Pelatih asal Brasil ini resmi duduk di kursi kepelatihan Dewa United, dan ia tak menyembunyikan rasa antusiasnya menyongsong tantangan pertama melatih di kompetisi sepak bola Indonesia. Targetnya jelas: membawa julukan “Banten Warriors” itu bersaing di papan atas pada musim 2026/2027.

Meski baru pertama kali menangani klub di Indonesia, Osmar tampak percaya diri bisa beradaptasi dengan cepat. Dari berbagai perbincangan yang sudah ia lakukan sejak tiba, ia menangkap satu kesan kuat: kompetisi musim ini bakal berlangsung sangat sengit.

Sepuluh Tim Berebut Gelar Juara

Menurut pengamatan awal Osmar, setidaknya ada 10 tim yang punya modal untuk memperebutkan gelar juara musim ini. Bagi Osmar, kondisi ini menuntut Dewa United untuk tidak bersantai di awal musim, melainkan langsung tancap gas sejak putaran pertama.

“Namun, dari diskusi yang saya lakukan dengan beberapa orang di sini, liganya sangat ketat. Kita memulai liga dengan setidaknya ada 10 tim yang berpeluang menjadi juara. Karena itu, kita harus memanfaatkan putaran pertama musim ini untuk memulai dengan kualitas yang baik,” kata Osmar.

Ia meyakini, hasil di putaran pertama akan sangat menentukan posisi tim saat memasuki fase krusial nantinya. Karena itu Osmar ingin timnya konsisten mengumpulkan poin sejak dini, bukan menunggu momentum di paruh kedua.

“(Tim ini harus) mengumpulkan poin sebanyak mungkin. Dengan begitu, pada putaran kedua kita berada dalam posisi yang kuat untuk bertarung merebut hal-hal besar,” ucap Osmar.

Menyusun Skuad Ideal: 28 Pemain, Empat Kiper

Untuk mendukung strategi tersebut, Osmar telah memikirkan format skuad yang menurutnya paling ideal. Ia berencana bekerja dengan total 28 pemain, terdiri dari empat penjaga gawang dan sisanya pemain lapangan.

“Rencana saya adalah bekerja dengan 28 pemain. Dari 28 pemain ini, empat di antaranya adalah penjaga gawang (24 pemain lapangan dengan empat kiper),” ujarnya.

Pintu Terbuka untuk Pemain Muda Akademi

Selain menyusun kekuatan inti, Osmar juga menegaskan komitmennya memberi kesempatan kepada talenta muda dari akademi Dewa United. Baginya, sesi latihan menjadi ajang pembuktian—siapa pun yang tampil meyakinkan berpeluang bertahan di tim utama.

“Tentu saja kita akan memberi ruang bagi pemain dari akademi untuk bergabung dalam beberapa sesi latihan. Jika mereka menunjukkan kualitas yang cukup, mereka bisa bertahan dan kita bisa meningkatkan jumlah skuad menjadi 30 pemain,” ucap Osmar.

Tak Mau Buru-buru Menilai Liga Indonesia

Meski sudah mendengar banyak cerita soal ketatnya kompetisi, Osmar menegaskan ia belum ingin menyimpulkan apa pun hanya berdasarkan opini orang lain. Ia lebih memilih membangun penilaiannya sendiri setelah benar-benar merasakan atmosfer persaingan di lapangan.

“Ketika Anda mendengar sudut pandang dari orang lain, itu adalah pandangan mereka. Saya ingin membentuk sudut pandang saya sendiri mengenai liga dan kompetisi ini,” ujarnya.

Menggantikan Jan Olde Riekerink

Kedatangan Osmar Loss menandai pergantian arah di kursi pelatih Dewa United. Ia menggantikan Jan Olde Riekerink, yang sebelumnya menukangi tim ini sejak 2023 hingga Juni 2026. Di bawah asuhan Riekerink, Dewa United menutup musim Super League 2025/2026 di peringkat ke-7 dengan koleksi 53 poin.

Kini, tugas besar ada di pundak Osmar Loss: membuktikan bahwa optimismenya bukan sekadar kata-kata pembuka, melainkan fondasi nyata untuk membawa Dewa United melangkah lebih jauh musim depan.