Baru saja namanya dicoret dari skuad Timnas Brasil untuk Piala Dunia 2026, Joao Pedro justru menjawabnya di atas lapangan. Penyerang asal Brasil ini tampil menyala di laga pembuka tur pramusim Chelsea, mencetak hat-trick hanya dalam rentang sembilan menit dan membawa timnya menang dramatis 6-4 atas Western Sydney Wanderers.
Laga yang digelar di Stadion Accor, Sydney, Australia, pada Selasa (28/7/2026) itu istimewa karena menjadi debut resmi Xabi Alonso sebagai juru taktik Chelsea. Joao Pedro sendiri baru diturunkan setelah pertandingan berjalan sekitar satu jam. Namun begitu kakinya menyentuh bola, arah permainan langsung berubah.
Tiga Gol Beruntun yang Mengubah Segalanya
Masuknya Joao Pedro bersama beberapa pemain inti lainnya membuat lini serang Chelsea mendadak lebih tajam. Padahal sebelumnya, Western Sydney sempat unggul 4-3 menjelang laga usai. Namun di momen genting itulah Joao Pedro tampil sebagai penentu, melesakkan tiga gol beruntun yang membalikkan skor sekaligus mengunci kemenangan 6-4 untuk The Blues.
Xabi Alonso tak menyembunyikan kekagumannya atas mentalitas sang striker. Baginya, penampilan Joao Pedro mencerminkan kesiapan menghadapi musim baru dengan target yang jelas.
"Dia sangat lapar. Joao benar-benar bertekad menjalani musim yang hebat," kata Alonso.
Ada Kemajuan, tapi Masih Ada Pekerjaan Rumah
Pelatih asal Spanyol itu juga menyoroti ambisi Joao Pedro untuk terus mendongkrak catatan golnya. Menurut Alonso, setelah musim pertama yang cukup produktif, sang penyerang tampak belum puas dan ingin mencetak lebih banyak lagi.
"Setelah musim lalu yang hebat ketika dia mencetak banyak gol, saya pikir dia ingin terus mencetak lebih banyak gol," ujarnya.
Namun Alonso mengingatkan bahwa ketajaman satu pemain saja tidak cukup untuk membawa tim meraih hasil maksimal. Ia menegaskan pentingnya kontribusi kolektif dari seluruh lini serang.
"Kami harus membantunya karena dia tidak mungkin melakukannya sendirian. Para pemain di sekelilingnya juga harus memiliki rasa lapar untuk mencetak gol," kata Alonso.
Di balik kemenangan itu, pertahanan Chelsea justru menjadi sorotan. Tim asuhan Alonso kebobolan empat gol dan bahkan sempat tertinggal sebanyak tiga kali sebelum akhirnya berbalik unggul. Bagi Alonso, situasi sulit semacam ini justru bisa menjadi bahan evaluasi berharga.
"Makin banyak situasi sulit yang kami hadapi dan makin mampu kami menemukan solusinya, kami akan menjadi tim yang lebih baik," ujarnya.
Ia pun bersyukur laga uji coba tersebut berjalan tanpa insiden cedera serius bagi para pemainnya.
Dicoret dari Timnas Jadi Bahan Bakar Tambahan
Performa apik Joao Pedro musim lalu ternyata belum cukup meyakinkan pelatih Timnas Brasil untuk memasukkannya ke skuad Piala Dunia 2026. Keputusan itu, menurut Alonso, justru bisa menjadi pemicu tambahan yang membuat Joao Pedro semakin termotivasi, baik dalam latihan maupun laga pramusim.
Joao Pedro bergabung dengan Chelsea dari Brighton & Hove Albion pada musim panas 2025. Di musim pertamanya bersama Stamford Bridge, ia berhasil mencetak 20 gol dari 49 pertandingan di seluruh ajang kompetisi, sekaligus dinobatkan sebagai pemain terbaik Chelsea musim 2025/2026 versi pilihan suporter.
Kebebasan Bermain ala Alonso
Selain soal hasil di lapangan, Joao Pedro juga mengapresiasi gaya komunikasi Alonso yang menurutnya sangat membantu perkembangannya. Ia menilai sang pelatih terbuka dan kerap mengajak berdiskusi, sehingga ia merasa leluasa bergerak di area serang.
"Dia pelatih yang sangat terbuka. Kami banyak berbicara dan saya merasa bebas," ujar Joao Pedro.
Ia menambahkan, Alonso memahami betul kecenderungannya untuk berpindah-pindah posisi selama pertandingan. Kebebasan itu membuatnya bisa tampil sebagai penyerang tengah, bergeser ke sisi kiri, atau bahkan turun untuk ikut membangun serangan dari lini tengah.
"Saat bermain di depan, saya banyak bergerak. Dia memberikan pilihan itu kepada saya. Terkadang saya bisa bermain di kiri dan terkadang di tengah," katanya.
Target Baru: Lampaui Pencapaian Musim Lalu
Hat-trick kilat ini menjadi bukti nyata ketajaman Joao Pedro sekaligus sinyal tekadnya untuk tampil lebih baik lagi bersama Chelsea. Ia menegaskan fokusnya tetap pada kontribusi gol demi kepentingan tim, dengan harapan musim mendatang bisa melampaui pencapaian musim sebelumnya.
"Saya ingin mencapai level setinggi mungkin bersama tim. Saya selalu berusaha mencetak gol untuk membantu tim dan berharap musim depan lebih baik daripada musim lalu," ujarnya.
Usai laga perdana pramusim ini, Chelsea akan melanjutkan agenda tur dengan menghadapi Tottenham Hotspur di Sydney pada Sabtu (1/8/2026).



