Kepergian Jordan Henderson rupanya tidak membuat Brentford berlama-lama meratapi kekosongan di lini tengah. Klub asal London barat itu dikabarkan bergerak gesit dan sudah mengantongi kesepakatan awal dengan Lens untuk memboyong Mamadou Sangare, gelandang bertahan asal Mali yang selama ini menjadi motor permainan klub Prancis tersebut.
Angka yang beredar cukup mencengangkan. Brentford disebut siap merogoh kocek hingga 48 juta euro, belum termasuk bonus tambahan, demi mendapatkan tanda tangan pemain berusia 24 tahun itu. Jika transaksi ini benar-benar rampung sesuai rencana, catatan tersebut akan menjadi pembelian termahal sepanjang sejarah klub.
Masih Ada yang Perlu Dirampungkan
Meski proses negosiasi sudah berjalan jauh, transfer ini belum bisa disebut final. Kedua klub masih perlu menuntaskan beberapa poin teknis sebelum resmi mengumumkannya ke publik. Salah satu yang mengemuka adalah permintaan Lens soal klausul persentase penjualan kembali, semacam jaminan agar mereka tetap kebagian keuntungan bila suatu saat Sangare dijual lagi oleh klub barunya.
Kabar ini muncul tak lama setelah Brentford mengonfirmasi bahwa kontrak Jordan Henderson diputus atas kesepakatan bersama. Henderson pergi setelah baru semusim membela klub berjuluk The Bees itu.
Babak Singkat Henderson di Brentford
Henderson sebenarnya baru bergabung ke Brentford pada Juli 2025, itu pun secara gratis setelah meninggalkan Ajax. Sepanjang musim 2025/2026, ia sempat tampil dalam 34 pertandingan di seluruh kompetisi dan ikut mengantar Brentford finis di peringkat kesembilan Liga Inggris.
"Brentford adalah klub sepak bola yang istimewa. Klub ini ambisius, progresif, dan dipenuhi orang-orang baik. Merupakan sebuah kehormatan bisa menjadi bagian dari klub ini," ujar Henderson.
Pelatih Brentford, Keith Andrews, mengungkapkan bahwa keputusan berpisah ini diambil bersama, dengan pertimbangan bahwa inilah momen yang tepat bagi Henderson untuk melanjutkan perjalanan kariernya di tempat lain. Sementara itu, mantan kapten Liverpool ini dikabarkan tengah menjajaki kepindahan gratis ke Chelsea, meski hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari pihak Chelsea.
Alasan Brentford Melirik Sangare
Sangare bukan tipe gelandang yang akan meniru gaya Henderson. Ia memang belum punya jam terbang dan aura kepemimpinan sekelas eks kapten Liverpool itu, tapi punya kelebihan lain yang justru dicari Brentford: intensitas tinggi, mobilitas, dan kemampuan memenangkan bola yang konsisten.
Dari sisi kebutuhan taktis, Keith Andrews tampaknya sedang mencari sosok yang bisa menjaga soliditas pertahanan sekaligus membantu membangun serangan begitu bola berhasil direbut dari lawan.
Rekam Jejak Sangare Bersama Lens
Musim lalu, Sangare menjadi salah satu kunci keberhasilan Lens finis sebagai runner-up Liga Prancis 2025/2026. Ia tampil di 29 pertandingan, dengan 27 di antaranya sebagai starter, mengumpulkan total 2.327 menit bermain.
Statistik defensifnya juga mengesankan. Sangare mencatatkan 52 tekel sukses, jumlah tertinggi di Liga Prancis musim itu. Selain itu, ia mengoleksi 207 pemulihan bola, 86 tekel, 40 intersep, serta memenangkan 190 dari 336 duel yang dijalaninya.
Dalam urusan distribusi bola, ia melepaskan 1.452 umpan dengan 1.252 di antaranya tepat sasaran, alias tingkat akurasi sekitar 86 persen. Ia juga tercatat menciptakan 34 umpan kunci dan mencetak tiga gol sepanjang musim.
Bukan Sekadar Perebut Bola
Yang membuat Sangare menarik bukan hanya statistik bertahannya. Ia dikenal berani membawa bola melewati tekanan lawan, sesuatu yang jarang dimiliki gelandang bertahan kebanyakan. Kemampuan ini membuatnya bisa keluar dari area pertahanan, ikut membangun serangan, bahkan sesekali menyusup ke kotak penalti lawan.
Dengan karakter semacam itu, Brentford melihat Sangare bukan cuma sebagai pemutus serangan, melainkan juga penghubung antara lini belakang dan lini depan tim.
Lonjakan Nilai dalam Semusim
Menariknya, Lens sendiri baru mendatangkan Sangare dari Rapid Vienna pada Agustus 2025 dengan harga sekitar 8 juta euro. Hanya berselang satu musim, nilainya melonjak drastis menjadi 48 juta euro di luar bonus.
Lonjakan harga ini menunjukkan bahwa Brentford tidak sekadar mencari pelapis instan untuk mengisi kekosongan Henderson. Sangare tampaknya diproyeksikan sebagai fondasi jangka panjang di lini tengah, bukan solusi sesaat.
Tantangan yang Menanti di Liga Inggris
Brentford tentu sadar bahwa Sangare masih perlu waktu untuk terbiasa dengan tempo permainan dan intensitas fisik Liga Inggris, yang dikenal jauh berbeda dari Ligue 1. Namun modal kemampuannya memenangkan duel, merebut bola, dan mengumpan dengan akurat dinilai cukup menjadi bekal untuk proses adaptasi tersebut.
Perburuan atas Sangare ini juga mencerminkan ambisi Brentford yang terus meningkat. Musim lalu, mereka mengumpulkan 53 poin dan hanya kalah selisih gol dari Brighton dalam perebutan tiket ke kompetisi Eropa.
Harapan di Balik Rekor Transfer
Di usia 24 tahun, Sangare membawa kombinasi energi muda dan ruang berkembang yang sudah tidak dimiliki Henderson lagi. Brentford tampaknya berharap besar, sosok asal Mali ini bisa memadukan kekuatan fisik, kedisiplinan bertahan, dan kualitas distribusi bola untuk mengangkat level permainan di lini tengah mereka ke tahap berikutnya.



