Ada saja cara pemain bola merayakan gelar juara dunia. Kalau yang lain puas dengan pesta kembang api atau konvoi bus terbuka, Marc Cucurella memilih jalan yang lebih permanen: menato wajah pelatihnya sendiri di lengan.
Bek kiri timnas Spanyol itu benar-benar menunaikan janji yang pernah ia lontarkan sebelum Piala Dunia 2026 bergulir. Ia berjanji akan mengabadikan wajah Luis de la Fuente di kulitnya jika Spanyol berhasil menyabet gelar juara dunia. Janji itu kini bukan lagi sekadar gertakan.
Unggahan yang Ditunggu Sembilan Hari
Kabar ini pertama kali ramai setelah Cucurella memamerkan hasil tatonya lewat Instagram pada Selasa, 28 Juli 2026, sebagaimana dilaporkan Beritasatu.com. Ia hanya menulis keterangan singkat namun penuh makna: “Janji ditepati.”
Yang menarik, unggahan ini baru muncul sembilan hari setelah laga final. Publik sempat menanti-nanti kapan Cucurella akan membuktikan ucapannya, dan jawabannya baru terjawab hampir sepekan lebih setelah trofi diangkat.
Berawal dari Janji Sebelum Turnamen
Jauh sebelum bola bergulir di Piala Dunia 2026, Cucurella sudah melempar pernyataan berani: ia akan menato wajah De la Fuente apabila Spanyol pulang membawa gelar juara dunia. Pernyataan itu terdengar seperti candaan biasa pemain bola—sampai akhirnya benar-benar terjadi.
Spanyol memang tampil sebagai juara dunia setelah mengalahkan Argentina dengan skor tipis 1-0 di partai puncak yang berlangsung di New York New Jersey Stadium. Kemenangan itulah yang memaksa Cucurella harus duduk di kursi tato dan menepati kata-katanya sendiri.
Desain Tato: Wajah De la Fuente Mengangkat Trofi
Bukan tato asal-asalan, gambar yang dipilih Cucurella cukup detail. Wajah De la Fuente digambarkan mengenakan jas sambil mengangkat trofi Piala Dunia. Di bagian belakang ilustrasi, tersemat angka 26—penanda tahun penyelenggaraan turnamen ini.
Sengaja Ditaruh di Tempat yang Mudah Terlihat
Menariknya, Cucurella tidak menyembunyikan tato ini di bagian tubuh yang tertutup. Ia justru menempatkannya di belakang lengan kiri, area yang relatif mudah dilihat orang lain.
Usai laga final, Cucurella sempat mengaku belum memutuskan di bagian tubuh mana tato itu akan dibuat. Namun ia sudah bisa menebak bahwa publik pasti akan terus menagih janjinya, sehingga ia memutuskan untuk tidak menyembunyikannya.
“Orang-orang pasti akan bertanya kepada saya tentang hal itu, jadi tato tersebut harus berada di tempat yang mudah terlihat,” ujar Cucurella, seperti dikutip dari FIFA.
Tanggapan De la Fuente: Antara Bercanda dan Bangga
Sosok yang jadi objek tato, Luis de la Fuente, ternyata menanggapi kabar ini dengan santai. Pelatih berusia 65 tahun tersebut bahkan sempat melempar candaan soal wajahnya sendiri.
“Saya tidak terlalu jelek sampai-sampai mereka harus menaruhnya di tempat yang tidak bisa dilihat siapa pun,” kata De la Fuente.
Di balik candaannya, De la Fuente sebenarnya menyimpan rasa bangga. Menurutnya, konsistensi Cucurella menepati janji menunjukkan karakter yang patut diapresiasi.
“Hal itu membuat saya tertawa dan saya bangga mereka menepati janjinya. Jika Anda sudah mengatakan sesuatu, Anda harus menepatinya,” ujarnya.
Lebih dari Sekadar Tato, Ini Simbol Sejarah
Bagi Cucurella, tato ini bukan cuma hiasan di lengan. Ini adalah cara mengabadikan momen bersejarah: Spanyol berhasil merengkuh gelar juara dunia kedua sepanjang sejarah mereka, setelah sebelumnya pernah merasakannya pada 2010.
Pencapaian ini juga melengkapi rentetan prestasi tim asuhan De la Fuente, yang sebelumnya sudah membawa Spanyol menjuarai Piala Eropa 2024. Dua gelar besar dalam rentang waktu berdekatan tentu bukan pencapaian yang biasa-biasa saja.
Sementara Itu, Karier Klub Cucurella Juga Berubah Arah
Di luar hiruk-pikuk trofi dan tato, musim panas 2026 juga menjadi titik balik bagi karier klub Cucurella. Bek kiri ini dikabarkan pindah ke Real Madrid, setelah sebelumnya membela Chelsea sejak 2022.
Tato wajah De la Fuente di lengan Cucurella kini menjadi penanda hubungan erat antara pemain dan pelatih yang sama-sama mengantar Spanyol ke puncak sepak bola dunia. Sekaligus, ini menjadi bukti sederhana bahwa sebuah janji, sekecil apa pun kelihatannya di awal, bisa benar-benar ditepati ketika perjalanan panjang berakhir dengan gelar juara.



