Kekalahan di partai puncak selalu menyisakan pertanyaan besar, dan itulah yang kini dihadapi Argentina. Setelah gagal mempertahankan status juara dunia, publik sepak bola Argentina bukan hanya bersedih karena hasil pertandingan, tapi juga mulai bertanya-tanya soal nasib pelatih yang selama ini membesarkan tim mereka: Lionel Scaloni.
Angel Di Maria, salah satu figur senior yang selama ini jadi tulang punggung Timnas Argentina, angkat suara. Ia berharap Scaloni tidak mengambil langkah mundur, meski timnya baru saja kalah 0-1 lewat perpanjangan waktu dari Spanyol di final Piala Dunia 2026.
Scaloni Belum Beri Jawaban Pasti
Dalam konferensi pers usai laga, Scaloni tampak menahan emosi. Ia tidak memberikan kepastian apakah akan terus melatih Argentina atau memilih berhenti. Situasi ini menjadi lebih rumit karena kontraknya bersama federasi sepak bola Argentina diketahui akan berakhir pada Desember 2026.
Ketidakjelasan ini otomatis menyulut spekulasi di kalangan pendukung maupun media. Bagi banyak pihak, keputusan yang akan diambil Scaloni bukan sekadar soal siapa pelatih berikutnya, melainkan soal arah timnas ke depan.
Di Maria: Pekerjaan Scaloni Belum Selesai
Bagi Di Maria, sosok pelatih berusia 48 tahun itu masih pantas memegang kendali skuad Argentina. Ia menilai Scaloni telah membuktikan diri sebagai figur yang mampu menyatukan tim.
"Scaloni adalah pemimpin tim nasional, saya harap dia bertahan demi semua orang," ujar Di Maria, seperti dikutip dari AS.
Pemain veteran ini juga menyoroti kontribusi Scaloni dalam mencetak generasi baru pemain muda yang belakangan mulai unjuk kemampuan di level senior. Menurutnya, proses regenerasi itu tidak boleh dilihat semata dari hasil satu turnamen.
"Dia membangun generasi pemain muda yang bagus yang sekarang muncul, dan sekecil apa pun itu membantu."
"Saya harap dia bertahan; itu keputusannya. Scaloni, lebih baik dari siapa pun, tahu apa yang dia inginkan, tapi jelas sebagai orang Argentina, saya ingin dia lanjut," tambahnya.
Jejak Prestasi Scaloni di Argentina
Sejak menukangi Argentina pada 2018, Scaloni telah membawa banyak perubahan positif. Di bawah asuhannya, Argentina berhasil merengkuh gelar Copa America pada 2021 dan 2024, mengangkat trofi Piala Dunia 2022, serta menjuarai Finalissima 2022.
Deretan pencapaian ini menjadi alasan kuat mengapa dukungan dari Di Maria mendapat perhatian luas. Bagi para pendukung Argentina, rekam jejak semacam itu tidak bisa diabaikan hanya karena satu kekalahan di final.
Mengapa Nasib Scaloni Jadi Perhatian Publik?
Keputusan seorang pelatih timnas selalu punya efek panjang, bukan cuma soal siapa yang duduk di bangku cadangan musim depan. Ini menyangkut arah pembinaan pemain muda, gaya bermain yang sudah dibangun selama bertahun-tahun, hingga kesinambungan filosofi tim.
Dengan kontrak yang disebut akan berakhir Desember 2026, langkah Scaloni selanjutnya menjadi penentu penting bagi masa depan sepak bola Argentina. Dukungan yang disuarakan Di Maria pun menegaskan satu hal: evaluasi terhadap seorang pelatih semestinya tidak berhenti pada satu pertandingan, melainkan pada keseluruhan proses yang telah dibangun sejak awal.



