Kemenangan Spanyol atas Argentina dengan skor 1-0 di final Piala Dunia 2026 ternyata menyisakan buntut panjang di luar lapangan. FIFA kini tengah menyelidiki sejumlah insiden yang terjadi selama laga puncak tersebut, dan salah satu nama yang paling disorot adalah Leandro Paredes, gelandang timnas Argentina.
Paredes menghadapi tiga sangkaan penyerangan sekaligus dari badan sepak bola dunia itu. Proses disiplin ini bermula dari laporan yang disusun oleh jaksa disiplin dan etik yang ditunjuk FIFA untuk menelusuri kejadian di lapangan.
Dasar Sangkaan: Pasal Penyerangan dalam Kode Disiplin FIFA
Menurut keterangan komite disiplin, pemain berusia 32 tahun itu diduga melanggar Pasal 14 ayat (1) huruf i Kode Disiplin FIFA, yang mengatur soal tindakan penyerangan dalam pertandingan. Sayangnya, FIFA belum membuka secara rinci peristiwa apa saja yang memicu munculnya tiga sangkaan tersebut. Publik pun masih menunggu penjelasan lebih lanjut soal kronologi insiden yang dimaksud.
Paredes Berhak Membela Diri Sebelum Putusan Dijatuhkan
Seperti lazimnya proses hukum dalam sepak bola, FIFA memastikan Paredes mendapat kesempatan untuk memberikan keterangan dan pembelaan sebelum keputusan akhir diambil. Komite Disiplin FIFA baru akan mengambil sikap setelah seluruh bukti dan penjelasan dari pihak-pihak terkait dipelajari secara menyeluruh.
Hingga kini, belum ada kepastian kapan FIFA akan mengumumkan hasil pemeriksaan tersebut. Bentuk sanksi yang mungkin dijatuhkan pun masih menjadi tanda tanya, mengingat FIFA belum memberikan sinyal apa pun ke arah sana.
Tak Hanya Paredes, Sederet Nama Lain Juga Diperiksa
Paredes bukan satu-satunya pihak yang harus menjalani proses ini. Nahuel Molina, bek Argentina, menghadapi beban yang tak kalah berat dengan dua sangkaan penyerangan—satu untuk tindakan yang diduga benar-benar terjadi, satu lagi untuk percobaan penyerangan yang tidak sampai tuntas.
Nama Roberto Ayala, yang kini menjabat sebagai asisten pelatih timnas Argentina, juga masuk dalam daftar pemeriksaan dengan satu sangkaan berdasarkan pasal yang sama. Molina sendiri mendapat tambahan sangkaan lain, yakni soal perilaku tidak sportif sesuai Pasal 14 ayat (1) huruf b Kode Disiplin FIFA.
Selain dari kubu Argentina, FIFA juga menyelidiki Thiago Almada dan pemain Spanyol, Pablo Martín Páez Gavira yang lebih dikenal dengan nama Gavi. Keduanya masing-masing menghadapi satu sangkaan.
Jika dijumlahkan, total ada tiga pemain Argentina, satu anggota staf kepelatihan Argentina, dan satu pemain Spanyol yang tengah menjalani proses pemeriksaan FIFA terkait berbagai insiden dalam laga final tersebut.
AFA Turut Diperiksa Atas Dugaan Pelanggaran Sepanjang Turnamen
Di luar kasus yang menjerat para pemain, FIFA juga membuka proses disiplin terpisah terhadap Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA). Kali ini, sorotan tertuju pada dugaan pelanggaran yang terjadi di berbagai pertandingan Argentina sepanjang gelaran Piala Dunia 2026.
Sejumlah dugaan yang diperiksa antara lain nyanyian dan gestur yang bernuansa diskriminatif, keterlambatan dimulainya pertandingan, hingga ketidakpatuhan terhadap protokol keamanan dan aturan pertandingan. FIFA turut menyoroti penayangan pesan yang dianggap tidak pantas, baik yang berasal dari tim maupun penonton, serta insiden pelemparan benda dari tribun yang terjadi di beberapa laga Argentina.
Proses terhadap AFA ini merujuk pada berbagai pasal dalam Kode Disiplin FIFA, mulai dari ketentuan soal diskriminasi, kesalahan yang dilakukan tim, ketertiban jalannya pertandingan, hingga larangan menggunakan ajang olahraga sebagai panggung demonstrasi di luar konteks sepak bola.
Sama seperti kasus para pemain, FIFA belum mengumumkan putusan maupun kemungkinan sanksi untuk AFA. Federasi sepak bola Argentina itu akan diberi ruang untuk menyampaikan tanggapan resmi sebelum proses disiplin ini rampung.



