Enam tahun perjalanan Jadon Sancho di Manchester United akhirnya sampai di titik akhir. Kontraknya di Old Trafford resmi tuntas pada akhir Juni 2026, dan sejak saat itu namanya berstatus bebas transfer. Artinya, pemain sayap asal Inggris ini bebas memilih sendiri ke mana kakinya akan melangkah berikutnya.

Menariknya, yang paling gesit merespons status barunya bukan klub-klub raksasa Premier League atau Serie A, melainkan klub asal Qatar, Al-Rayyan. Media Foot Mercato melaporkan bahwa klub yang bermarkas di Doha itu sudah mengirimkan proposal resmi kepada Sancho.

Al-Rayyan Ingin Jadikan Sancho Ikon Baru

Ketertarikan Al-Rayyan tampaknya bukan isapan jempol semata. Klub tersebut disebut serius ingin mendatangkan Sancho secara gratis, mengingat status bebas transfer yang ia sandang saat ini.

Bagi Al-Rayyan, mendapatkan pemain yang dulu pernah dibeli Manchester United dengan harga selangit adalah kesempatan yang tak datang dua kali. Tanpa perlu membayar biaya transfer, yang tersisa hanya soal menyepakati kontrak pribadi dengan sang pemain.

Jika kesepakatan ini benar terwujud, itu akan jadi bukti bahwa Liga Bintang Qatar masih punya daya tarik untuk memikat pemain-pemain yang pernah merasakan level tertinggi sepak bola Eropa.

Perjalanan yang Tak Pernah Benar-Benar Mulus

Ketika Manchester United memboyong Sancho dari Borussia Dortmund pada musim panas 2021 dengan banderol sekitar 73 juta poundsterling, banyak yang menaruh harapan besar padanya. Ia digadang-gadang bakal jadi salah satu wajah baru kebangkitan Setan Merah.

Namun kenyataan berkata lain. Sancho kesulitan menjaga konsistensi permainannya, sempat berganti-ganti pelatih, dan pada akhirnya terlibat dalam hubungan yang kurang harmonis dengan manajemen serta staf kepelatihan klub.

Akibatnya, ia justru lebih sering menghabiskan waktu sebagai pemain pinjaman ketimbang menjadi bagian inti skuad Manchester United. Dalam beberapa musim terakhir, ia sempat kembali ke Borussia Dortmund, lalu dipinjamkan ke Chelsea, dan terakhir ke Aston Villa.

Peluang di Aston Villa yang Tak Berlanjut

Musim 2025/2026 sempat jadi ajang pembuktian Sancho lewat Aston Villa. Di bawah asuhan Unai Emery, penampilannya cukup menjanjikan dan ia turut berkontribusi saat Villa berhasil menjuarai Liga Europa.

Sayangnya, statusnya tetap belum sepenuhnya menjadi pemain inti yang tak tergantikan. Dari 39 pertandingan yang dijalani di seluruh kompetisi, Sancho hanya 18 kali dipercaya sebagai starter. Meski kontribusinya dinilai positif, Aston Villa memilih tidak melanjutkan kerja sama secara permanen.

Akibatnya, Sancho kembali memasuki bursa transfer sebagai pemain bebas.

Gaji Tinggi Jadi Batu Sandungan

Bukan soal kemampuan teknis yang kini jadi masalah utama Sancho. Persoalan sesungguhnya justru datang dari besarnya angka gaji yang ia minta.

Mick Brown, mantan kepala pencari bakat Manchester United, seperti dikutip Football Insider, menyebut tuntutan gaji Sancho sebagai alasan utama sejumlah klub Eropa mulai mundur dari meja negosiasi.

Menurut Brown, selama membela Manchester United, Sancho menerima bayaran sekitar 250 ribu poundsterling per pekan. Angka sebesar itu sulit dipenuhi kebanyakan klub Eropa yang kini makin berhati-hati mengelola keuangan mereka akibat aturan Financial Fair Play.

Situasi serupa sebenarnya pernah terjadi saat Chelsea mempertimbangkan merekrutnya secara permanen. Negosiasi kandas karena tak ada titik temu soal gaji. Kini, cerita yang sama kembali terulang ketika sejumlah klub mencoba mendekatinya.

Dortmund Masih Menyisakan Pintu Terbuka

Di tengah minimnya minat dari liga-liga elite Eropa, Borussia Dortmund disebut sebagai klub yang paling memahami karakter permainan Sancho. Ikatan emosional antara pemain dan klub asal Jerman itu memang belum sepenuhnya putus.

Sancho pernah menjelma jadi salah satu winger terbaik Eropa saat masih berseragam Dortmund, sebelum akhirnya hijrah ke Manchester United. Namun jalan kembali ke Signal Iduna Park juga tak mudah.

Football Insider melaporkan bahwa Dortmund hanya bersedia memulangkan Sancho jika ia mau menerima pemotongan gaji dalam jumlah signifikan. Sejauh ini, belum ada tanda-tanda bahwa Sancho siap menerima syarat tersebut.

Timur Tengah: Pilihan yang Lebih Realistis?

Selama tuntutan gajinya tak berubah, peluang Sancho melanjutkan karier di Eropa akan semakin menyempit. Di sisi lain, klub-klub Timur Tengah punya kekuatan finansial yang mampu memenuhi angka yang ia inginkan.

Selain Al-Rayyan dari Qatar, sejumlah klub Arab Saudi dikabarkan juga mulai menjalin komunikasi dengan perwakilan Sancho.

Pindah ke Timur Tengah tentu akan jadi lompatan besar dalam perjalanan kariernya. Di satu sisi, ia masih berada di usia produktif sebagai pesepak bola. Namun di sisi lain, jaminan stabilitas finansial dari klub-klub kawasan Teluk menjadi faktor yang sulit ia abaikan begitu saja.

Di Persimpangan Jalan

Keputusan berikutnya akan menjadi salah satu momen paling menentukan dalam karier Jadon Sancho. Ia kini dihadapkan pada dua pilihan yang sangat berbeda arah.

Pilihan pertama, bertahan di Eropa dengan menerima pemotongan gaji demi kesempatan bermain di kompetisi paling kompetitif di dunia. Pilihan kedua, menerima tawaran kontrak besar dari Timur Tengah yang menjanjikan keamanan finansial sekaligus peran utama dalam proyek jangka panjang klub.

Apa pun jalan yang akhirnya dipilih, satu hal sudah pasti: kisah Jadon Sancho memasuki babak baru, setelah perjalanan penuh pasang surut bersama Manchester United.