{ "title": "Maldini Mundur dari FIGC, Nama Mancini dan Conte Bersaing Rebut Kursi Pelatih Timnas Italia", "excerpt": "Baru dua pekan menjabat, Paolo Maldini mengundurkan diri dari kursi Direktur Teknik FIGC akibat perbedaan pandangan soal calon pelatih Timnas Italia. Roberto Mancini dan Antonio Conte kini menjadi kandidat terkuat pengganti.", "body_html": "

Belum genap dua pekan menjabat, Paolo Maldini sudah harus meninggalkan kursi Direktur Teknik Federasi Sepak Bola Italia (FIGC). Keputusan ini bukan tanpa sebab. Legenda AC Milan itu disebut tak sejalan lagi dengan petinggi federasi soal arah pembangunan Timnas Italia ke depan.

Langkah mundur Maldini otomatis menyeret nama Leonardo Araujo, yang juga memilih hengkang dari posisinya sebagai penasihat teknis FIGC. Padahal keduanya baru resmi diperkenalkan pada 11 Juli 2026 dengan misi besar: membenahi fondasi sepak bola Italia setelah Gli Azzurri kembali gagal di Piala Dunia 2026.

Ironisnya, proyek yang digadang-gadang bakal membawa perubahan itu justru bubar sebelum sempat menunjukkan hasil apa pun.

Rencana Mendatangkan Pirlo Kandas di Tengah Jalan

Berdasarkan sejumlah pemberitaan media Italia, Maldini sejak awal punya kandidat kuat untuk mengarsiteki ulang Timnas Italia: Andrea Pirlo. Legenda Juventus itu dianggap punya visi permainan modern, jam terbang internasional, serta kedekatan emosional dengan generasi baru pemain nasional.

Sayangnya, ide ini tak mendapat restu dari Presiden FIGC, Giovanni Malagò. Sky Sport Italia melaporkan, salah satu ganjalan utamanya adalah status Pirlo sebagai brand ambassador perusahaan taruhan asal Rusia, Fonbet. Federasi khawatir keterkaitan itu bisa menimbulkan masalah citra di kemudian hari.

Penolakan ini menjadi titik retak yang membuat hubungan Maldini dengan jajaran federasi semakin renggang. Sebelum nama Pirlo diajukan, Maldini sebenarnya juga sempat mencoba peruntungan dengan mendekati dua nama besar lain, Pep Guardiola dan Carlo Ancelotti. Namun keduanya juga tak membuahkan hasil.

Rentetan kegagalan itu perlahan mempersempit ruang gerak Maldini. Alih-alih diberi kewenangan penuh menentukan arah teknis tim nasional, keputusan-keputusan krusial nyatanya tetap dipegang federasi. Situasi inilah yang akhirnya mendorong sang legenda Milan mengambil langkah mundur, diikuti Leonardo Araujo yang merasa proyek mereka tak lagi punya independensi.

Mancini Muncul sebagai Kandidat Terkuat

Kekosongan posisi pelatih pun langsung mengubah peta bursa calon arsitek baru Timnas Italia. Sky Sport Italia menyebut Roberto Mancini kini berada di posisi terdepan, mengungguli Antonio Conte yang juga masuk daftar pendek federasi. Sementara itu, nama Thiago Motta dan Andrea Pirlo dikabarkan sudah tersingkir dari pertimbangan.

Bagi Mancini, ini bisa jadi kesempatan untuk "pulang" setelah sempat menuai kecaman publik lantaran memilih hijrah ke Arab Saudi beberapa tahun lalu. Kini, pelatih berusia 61 tahun tersebut disebut-sebut siap kembali jika dipercaya memimpin Gli Azzurri lagi. Kedekatannya secara personal dengan Giovanni Malagò turut disebut sebagai faktor yang memperbesar peluangnya.

Namun bukan berarti Antonio Conte kehilangan harapan. Mantan juru taktik Juventus, Chelsea, Inter Milan, dan Napoli ini dikenal punya kemampuan cepat membangun mentalitas juara pada sebuah tim. Bahkan menurut sejumlah media olahraga Italia, beberapa klub Serie A dilaporkan siap mendukung federasi apabila Conte akhirnya yang dipilih.

Yang menarik, kontrak berdurasi empat tahun hingga Piala Dunia 2030 disebut sudah disiapkan sebagai sinyal keseriusan federasi terhadap kandidat yang akan terpilih.

Jejak Conte dan Mancini Bersama Gli Azzurri

Conte bukan orang baru di kursi pelatih Timnas Italia. Ia pernah menukangi tim ini pada 2014-2016 dan sukses membawa Gli Azzurri melaju hingga perempat final Piala Eropa, sebelum akhirnya kandas dari Jerman lewat drama adu penalti.

Dalam sebuah wawancara yang kembali dikutip media Italia, Conte bahkan pernah melontarkan pernyataan menarik soal peluangnya kembali melatih timnas.

\"Jika saya menjadi presiden federasi, saya akan mempertimbangkan diri saya sendiri,\" ujar Conte.

Di sisi lain, Roberto Mancini juga berulang kali mengakui bahwa keputusannya meninggalkan Italia dulu bukan pilihan yang mudah. Ia disebut ingin menutup karier internasionalnya dengan membawa Italia kembali bersaing di level tertinggi dunia.

Nama Mancini memang identik dengan salah satu era paling gemilang Timnas Italia dalam satu dekade terakhir. Di bawah asuhannya, Gli Azzurri berhasil menjuarai Piala Eropa 2020 sekaligus mencetak rekor 37 laga tanpa kekalahan. Namun torehan manis itu juga diiringi catatan kelam: kegagalan lolos ke Piala Dunia 2022 usai takluk dari Makedonia Utara di babak play-off.

Federasi kini dihadapkan pada pilihan sulit, memberi kesempatan kedua kepada Mancini atau memulai babak baru bersama Conte.

Sorotan terhadap Kestabilan Internal FIGC

Di tengah drama pergantian pelatih ini, kritik juga mengarah pada tata kelola internal federasi. Mantan Presiden FIGC, Giancarlo Abete, menilai FIGC seharusnya tidak buru-buru menunjuk pelatih baru tanpa memastikan struktur teknis organisasi sudah benar-benar solid lebih dulu.

Menurutnya, posisi direktur teknik memegang peran penting agar proyek jangka panjang tim nasional tidak bergantung sepenuhnya pada figur pelatih semata.

Sementara itu, muncul pula nama Giorgio Chiellini sebagai kandidat pengganti Maldini di kursi Direktur Teknik. Legenda Juventus ini saat ini menjabat sebagai Chief Club Affairs Officer di klubnya, dan dinilai punya pengalaman organisasi yang mumpuni untuk mengisi posisi tersebut.

Waktu yang Sempit, Tantangan yang Berat

Siapa pun yang akhirnya dipilih memimpin Timnas Italia, tak akan punya banyak waktu untuk beradaptasi. Gli Azzurri sudah dihadapkan pada jadwal padat UEFA Nations League, melawan Belgia, dua kali menghadapi Turki, serta bertemu Prancis.

Keempat laga tersebut akan menjadi ujian pertama sekaligus penentu arah kebangkitan Italia, setelah sebelumnya kembali gagal memenuhi ekspektasi publik di Piala Dunia 2026.

Kini publik sepak bola Italia menunggu satu jawaban besar: akankah Roberto Mancini kembali menebus catatan masa lalunya bersama Gli Azzurri, atau justru Antonio Conte yang dipercaya memulai revolusi baru, setelah drama pengunduran diri Paolo Maldini mengguncang federasi.

", "category_slug": "umum" }