Dua peristiwa kematian yang terjadi hampir bersamaan tengah menjadi sorotan publik karena kaitannya dengan dugaan kasus korupsi level tinggi. Winda Lorenza Gowasa ditemukan tewas akibat tembakan di kamar mandi sebuah rumah mewah di kawasan Helvetia, Medan. Sementara itu, di Jakarta, Sutrimo, penjaga rumah pejabat Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah, meninggal dunia secara mencurigakan. Meskipun ada kemungkinan kedua kejadian ini merupakan murni kriminalitas atau sakit, spekulasi di ruang publik langsung mengaitkan keduanya dengan skandal korupsi besar yang sedang diselidiki.

Jejak PT Blueray dan Jaringan Suap

Perhatian banyak tertuju pada perusahaan kargo PT Blueray Cargo yang namanya melejit dalam setahun terakhir. Awalnya merupakan perusahaan kargo skala menengah kecil, Blueray tiba-tiba mendominasi pasar karena menawarkan jasa impor ekspor dengan harga jauh lebih murah dan proses kepabeanan yang sangat cepat. Hal ini memicu kecurigaan agen resmi pemegang merek dagang asing yang merugi karena harga pasaran anjlok akibat produk selundupan. Penyelidikan menguak fakta bahwa miliaran rupiah mengalir setiap bulan dari Blueray ke pejabat di Ditjen Bea Cukai.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam kasus ini. Tiga di antaranya adalah pejabat tinggi Ditjen Bea Cukai, yaitu Rizal selaku Direktur Penindakan dan Penyidikan, Sisprian Subiaksono selaku Kepala Subdirektorat Intelijen, serta Orlando Hamonangan selaku Kepala Seksi Intelijen. Dua tersangka lain berasal dari pihak swasta, yaitu John Field selaku pemilik PT Blueray dan Andri yang bertanggung jawab atas dokumen importasi. Modus operandi ini melibatkan penyelundupan barang mewah, mulai dari iPhone terbaru hingga pakaian bermerek, hingga komoditas ekspor terbatas seperti sarang burung walet.

Kontroversi Tembak Tempel di Medan

Kematian Winda Lorenza Gowasa menambah kompleksitas kasus ini. Wanita tersebut diduga kuat merupakan salah satu saksi yang diperiksa KPK terkait kasus Blueray. Winda ditemukan tewas di rumah bekas mertuanya yang tergolong elite di Medan. Meskipun sudah bercerai dengan suaminya yang seorang anggota polisi, Winda diketahui masih tinggal satu atap bersama mantan suami dan anak mereka di rumah tersebut.

Hasil laboratorium forensik menunjukkan Winda tewas akibat tembakan dari pistol revolver milik mantan suaminya. Luka yang ditemukan menunjukkan adanya tembakan tempel, atau uung pistol menempel langsung di kepala korban. Mantan suami yang kini diamankan di Propam Polda Sumut mengklaim bahwa Winda tewas karena bunuh diri. Namun, klaim ini dibantah oleh hasil otopsi yang menunjukkan ketidakteraturan, sementara sumber menyebutkan Winda pernah mencoba bunuh diri sebelumnya. Komisi III DPR RI bahkan turun langsung ke Medan untuk meminta transparansi pengungkapan kasus ini, termasuk mempertanyakan bagaimana pistol dinas bisa digunakan untuk mengakhiri nyawa seseorang.

Sutrimo dan Kasus Uang Rp 460 Miliar

Di Jakarta, misteri kematian Sutrimo juga menyita perhatian. Sutrimo adalah penjaga malam di rumah Febrie Adriansyah, pejabat tertinggi di pusat komando pemberantasan korupsi Kejaksaan Agung. Namanya mencuat setelah penggeledahan di rumah Febrie menemukan uang tunai Rp 460 miliar dan emas batangan seberat 74 kilogram. Keberadaan harta tersebut yang jauh melebihi gaji pejabat negara telah mencoreng citra lembaga penegak hukum.

Sutrimo diketahui adalah sosok kunci yang membiarkan petugas penggeledahan masuk ke dalam rumah saat operasi berlangsung. Setelah penggeledahan, Sutrimo diminta pulang ke kampung halamannya di Banyumas. Namun, tak lama kemudian, ia dipanggil kembali ke Jakarta dengan tiket kereta dan pendampingan yang disiapkan pihak terkait. Ironisnya, Sutrimo meninggal dunia tak lama setelah tiba di Jakarta, membawa serta potensi kesaksian penting mengenai siapa saja yang memiliki akses ke ruang rahasia tempat harta karun itu disimpan. Kematian kedua sosok ini, baik Winda maupun Sutrimo, telah menambah warna gelap pada upaya pemberantasan korupsi di Indonesia yang sedang digalakkan pemerintahan saat ini.