Bursa transfer musim panas kembali menyuguhkan babak baru dari saga panjang Rafael Leao di AC Milan. Kali ini giliran dua klub raksasa Turki, Galatasaray dan Fenerbahce, yang masuk ke dalam bursa perburuan sang winger. Ketertarikan itu muncul justru ketika rencana Leao untuk hijrah ke Premier League atau LaLiga belum juga membuahkan tawaran nyata.
Milan sebenarnya tidak menutup pintu bagi kepindahan pemain berusia 27 tahun tersebut. Hanya saja, klub asal Italia itu punya satu garis merah yang tidak bisa ditawar: Leao hanya akan dilepas lewat skema transfer permanen, bukan pinjaman, apalagi pinjaman berbalut opsi beli di akhir musim.
Sikap tegas ini tidak lepas dari fakta bahwa kontrak Leao masih mengikatnya dengan Milan hingga Juni 2028. Selama durasi kontrak masih panjang seperti itu, klub jelas tidak merasa terdesak untuk melego pemainnya dengan skema yang dianggap kurang menguntungkan.
Leao Masih Berburu Petualangan Baru
Cerita soal masa depan Leao memang sudah lama bergulir di internal Milan. Sang pemain sendiri pernah mengakui secara terbuka bahwa ia tengah mencari tantangan baru, setelah bertahun-tahun menjadi salah satu ikon utama klub berjuluk Rossoneri itu.
Saat kabar ini beredar, Leao justru sedang berada di Brasil untuk mempromosikan lini pakaian miliknya sendiri. Di sela kesibukan itu, ia sempat bertemu Neymar, sosok yang sejak kecil menjadi idolanya.
Meski disibukkan agenda pribadi, bayang-bayang spekulasi transfer tetap menempel. Leao dikabarkan berharap bisa melanjutkan karier di Inggris atau Spanyol. Namun sampai saat ini, belum ada satu pun klub dari dua liga tersebut yang mengajukan tawaran serius dan konkret.
Karena belum ada kepastian, Milan tetap memasukkan nama Leao dalam skuad yang akan menjalani tur pramusim ke Australia. Artinya, selama transfer belum benar-benar terjadi, ia masih berstatus bagian dari rencana tim.
Namun perkembangan dari Turki membuat situasi ini semakin ramai diperbincangkan.
Fenerbahce Bergerak Cepat, Galatasaray Ajukan Skema Pinjaman
Pakar transfer asal Turki, Yagiz Sabuncuoglu, mengungkap bahwa Fenerbahce berencana mengirim utusan untuk bertemu langsung dengan Leao di Italia pekan depan. Langkah ini menunjukkan keseriusan klub berjuluk Sarı Kanaryalar tersebut, yang memang tengah membangun skuad kompetitif untuk bersaing di kancah domestik maupun Eropa.
Meski begitu, Fenerbahce buru-buru membantah telah mengajukan tawaran resmi, baik kepada Leao maupun Milan. Pola serupa sebenarnya pernah terjadi sebelum klub ini akhirnya sukses mendatangkan Mason Greenwood dari Olympique Marseille.
Di kubu lain, Galatasaray sudah lebih dulu mengambil langkah konkret dengan mengajukan skema peminjaman disertai opsi pembelian di akhir musim. Sayangnya, formula ini langsung mentok di tembok kebijakan Milan.
Milan Tetap pada Pendiriannya
Milan disebut hanya bersedia membuka pembicaraan soal transfer permanen. Klub tidak ingin melepas kendali atas masa depan salah satu asetnya yang paling berharga lewat skema peminjaman yang belum tentu berujung pada kepindahan definitif.
Posisi kontrak Leao yang masih panjang membuat Milan punya daya tawar kuat. Klub tidak sedang berada dalam kondisi terpaksa menjual dalam waktu dekat, sehingga proposal pinjaman dengan opsi beli dianggap tidak sepadan dengan kepentingan mereka.
Kini bola berada di tangan Galatasaray dan Fenerbahce. Keduanya harus memutuskan apakah bersedia memenuhi syarat Milan, atau mencari jalan lain agar transfer ini bisa terwujud.
Soal harga, Leao tetap punya nilai jual tinggi. Kecepatan, kemampuan menggiring bola, akselerasi, serta fleksibilitas posisinya di lini depan membuat namanya masih diperhitungkan sebagai salah satu winger paling berbahaya di Eropa.
Namun pindah ke Turki tentu bukan keputusan ringan bagi Leao. Liga Turki memang dikenal dengan atmosfer sepak bola yang meriah, tapi dari sisi level kompetisi, jelas berbeda dengan Premier League atau LaLiga yang semula menjadi incaran utamanya.
Nasib Leao Bergantung pada Gerak Pasar Eropa
Arah masa depan Leao sangat dipengaruhi oleh dinamika bursa transfer di Inggris dan Spanyol. Jika sampai akhir bursa tidak ada klub dari dua liga tersebut yang berani mengajukan tawaran serius, opsi ke Galatasaray atau Fenerbahce bisa menjadi semakin realistis.
Bagi Milan, penjualan permanen tetap menjadi opsi paling ideal. Selain mendatangkan pemasukan besar, langkah ini juga membuka ruang bagi klub untuk menata ulang komposisi skuad.
Bagi Leao sendiri, pindah ke Turki bisa menjadi babak baru dalam kariernya. Tapi keputusan itu perlu dipikirkan matang-matang, mengingat usianya masih tergolong produktif dan peluang untuk kembali dilirik klub-klub besar Eropa masih terbuka lebar.
Dengan kata lain, drama perebutan Rafael Leao belum sampai di titik akhir. Galatasaray sudah menunjukkan minat lewat proposal awal, Fenerbahce dikabarkan bergerak langsung mendekati sang pemain, sementara klub-klub Inggris dan Spanyol masih menjadi tujuan impian Leao.
Satu hal yang sudah pasti: Milan tidak berniat melepas Leao dengan cuma-cuma atau lewat skema yang tidak memberi kepastian penuh. Siapa pun yang ingin memboyongnya, harus siap membayar sesuai standar transfer permanen.
Dortmund Berharap Said El Mala Buktikan Diri untuk Naikkan Nilai Transfer
Di jalur transfer lain, persaingan memperebutkan Said El Mala juga kian memanas. Borussia Dortmund dan 1. FC Cologne belum menemukan titik temu soal nilai transfer penyerang muda berusia 19 tahun tersebut, meski El Mala dilaporkan condong memilih bergabung dengan Die Schwarzgelben.
Menurut laporan GOAL, kecenderungan El Mala untuk memilih Dortmund sudah diketahui pihak manajemen klub. Hal ini membuat Dortmund merasa tidak terlalu tertekan dalam negosiasi, sehingga mereka tetap berusaha menawar harga lebih rendah, sementara Cologne bersikukuh dengan tuntutan finansialnya.
Sejumlah laporan menyebut Dortmund sudah mengajukan proposal awal, namun angkanya masih jauh dari permintaan Cologne yang mencapai 50 juta euro.
Sky melaporkan salah satu skema tawaran Dortmund bernilai dasar sekitar 26 juta euro, ditambah potensi bonus hingga 16 juta euro. Namun sebagian besar bonus itu dianggap sulit dicapai karena syaratnya bergantung pada capaian individu yang sangat tinggi.
Salah satu klausul yang dibahas adalah bonus jika El Mala berhasil menjadi pemain terbaik musim ini atau finis sebagai pencetak gol terbanyak. Bahkan, nominasi Ballon d'Or disebut-sebut bisa memicu pembayaran tambahan untuk Cologne.
Sementara itu, BILD melaporkan struktur kesepakatan lain senilai 34 juta euro plus bonus 6 juta euro. Namun, angka ini pun dinilai belum memenuhi ekspektasi Cologne.
Negosiasi sempat memanas setelah Cologne merasa Dortmund berupaya membangun komunikasi langsung dengan sang pemain demi mempermudah proses transfer. Langkah itu dilaporkan membuat pihak Cologne, yang berjuluk Effzeh, tidak nyaman.
Direktur Olahraga Dortmund, Ole Book, menanggapi berbagai laporan yang beredar dengan hati-hati. Ia menyebut banyak informasi yang beredar tidak akurat mengenai proses negosiasi yang sesungguhnya.
Meski Dortmund tampak percaya diri, kesepakatan ini masih jauh dari kata rampung.
Di tengah situasi ini, AS Roma dikabarkan siap mengeluarkan dana lebih dari 40 juta euro untuk mendapatkan pemain sayap kiri tersebut. Sementara itu, RB Leipzig, yang sempat dikaitkan dengan El Mala, belum menunjukkan kesediaan memenuhi tuntutan finansial Cologne.
Di sisi lain, opsi bertahan juga masih terbuka. Direktur Olahraga Cologne, Thomas Kessler, sebelumnya menyebut ada kemungkinan El Mala tetap membela klub musim depan.
Dari sisi performa, El Mala tampil penuh di 34 laga Bundesliga musim lalu dengan catatan 13 gol dan lima assist, angka yang membuat namanya masuk radar sebagai salah satu talenta muda paling menjanjikan asal Jerman.
Namun, mantan pelatih Timnas Jerman, Julian Nagelsmann, belum memasukkan namanya ke skuad Piala Dunia. Kontrak El Mala bersama Cologne sendiri masih berlaku hingga 2030,



